Manusiaberencana, Allah menentukan. Demikian ungkapan populer menegaskan kita, manusia, hanya bisa berencana. Terlaksana tidaknya sebuah rencana, bergantung pada kehendak Allah. Hanya saja, yang lebih umum dalam bahasa Indonesia adalah "insya Allah" sebagaimana kita bisa menulis "masya Allah", "Syarat", "Syahadat", atau "Shalat Manusiahanya bisa berencana tetapi Allah-lah yang menentukan. Source: memang demikianlah adanya karena pada suatu ketika kita akan menyadari bahwa seberapa hebatnya kemampuan kita dan sematang-matangnya rencana kita tetap saja kita tidak bisa melawan kehendak Tuhan. Allahtidak berencana, akan tetapi berkehendak dan menetapkan taqdir seluruh makhluk-Nya. Semua kejadian mulai awal penciptaan hingga hari kiamat, semuanya telah diketahui Allah berdasarkan ilmu-Nya yang tertulis dalam Lauh Mahfuudh. Allah ta'ala berfirman : Siapapun tidak akan pernah bisa memastikan besok akan seperti apa dan bagaimana. Jangankan besok, satu detik ke depan pun tidak akan pernah ada yang bisa memastikan seperti apa dan bagaimana. Manusia hanya bisa berencana tetapi Allah-lah yang menentukan. Setiap orang pernah mengalami kejadian yang tidak terduga atau secara kebetulan. AllahSWT berfirman dalam Q.S. Yunus 10:5, yang artinya: Ia-lah yang menjadikan matahari bersinar, dan bulan bercahaya, (Ia-lah yang) menentukan manzilah-manzilah baginya, supaya kamu tahu jumlah tahun dan perhitungan (waktu), tiada Allah menciptakan ini, kecuali dengan sebenarnya. Demikianlah rong.

hadist manusia hanya bisa berencana allah swt yang menentukannya